SEJARAH IAAI
Perkumpulan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI)
merupakan wadah organisasi profesi yang dibentuk bagi para anggotanya dengan
keahlian di bidang ilmu Arkeologi. Organisasi yang didirikan pada 4 Februari
1976 di Cibulan, Bogor menghimpun para lulusan Arkeologi sebagai Ahli Arkeologi
Indonesia untuk bersama-sama membantu pengembangan disiplin Ilmu Arkeologi di
Indonesia. Selain juga untuk menyumbangkan kemampuan dan keterampilan
profesional bagi kepentingan pembangunan budaya nasional dan kecerdasan
bangsa.
Awal didirikannya, IAAI hanya beranggotakan 37 orang dengan latar pendidikan Arkeologi, dan saat ini jumlahnya telah mencapai 1.280 orang yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Disiplin ilmu yang dimiliki oleh anggota IAAI saat ini cukup beragam, seperti ilmu sejarah, arsitektur, teknik sipil, biologi, kimia, botani, zoologi, geologi, geografi, antropologi, dan kedokteran. Dengan gelar kesarjanaan di bidang masing-masing, menjadikan IAAI memiliki anggota dengan profesi yang beragam. Mereka ada yang berprofesi sebagai akademisi di Perguruan Tinggi, sebagian lainnya berprofesi sebagai pegawai pemerintah di Kementerian dan Unit Pelaksana Teknis di daerah, dan ada juga individu atau perseorangan yang bergerak dalam komunitas-komunitas pelestarian warisan budaya. Ada pula yang berprofesi di luar yang disebutkan sebelum ini, namun sangat antusias untuk menjadi anggota IAAI.
Dalam rangka mencapai maksud dan tujuan mulianya, IAAI menjalankan usaha sebagai berikut.
PERKUMPULAN AHLI ARKEOLOGI INDONESIA (atau disebut IAAI) selanjutnya dalam Anggaran Dasar cukup disingkat dengan “Perkumpulan” dengan terjemahan resmi adalah Association of Indonesian Archaeologists. Struktur organisasi Perkumpulan terdiri dari Dewan Pengawas, Majelis Kode Etik, Pengurus Harian, dan Komisariat Daerah. Pengurus Pusat IAAI mengikuti kedudukan Ketua Umum, dan saat ini berkedudukan di Yogyakarta. Pada awalnya, Komisariat Daerah atau Komda hanya terdapat di Jakarta (Komda Jakarta-Jawa Barat), Yogyakarta (Komda Yogyakarta dan Jawa Tengah), Trowulan (Komda Jawa Timur), dan Denpasar (Komda Bali). Saat ini, jumlah Komda telah bertambah menjadi sepuluh (10) sejalan dengan pertambahan anggota yang semakin menyebar di wilayah Indonesia. Dalam periode 2025-2028, sepuluh Komda tersebut adalah:
VISI
Sebagai organisasi profesi yang memajukan kebudayaan khususnya di bidang arkeologi
MISI
Ketua Berthold D.H. Sinaulan
Wakil Ketua St. Prabawa Dwi P.
Sekretaris 1 Judi Wahjudin
Sekretaris 2 Dian Trihayati
Bendahara 1 Vita Mattori
Bendahara 2 Rucitra Deasy Fadila
Kesekretariatan:
Y. Rendra Priyantoko
Shella Dwiastu
Bidang Organisasi dan Advokasi
Fadhlan Intan
Roseri Rosdy Putri
Yogi Abdi Nugroho
Bidang Ilmiah dan Penelitian
Yusmaini Eriawati
Archangela Y. Aprianingrum
Zainab Tahir
Bidang Kerjasama dan Hubungan Antar Lembaga
Yosua Adrian Pasaribu
Nusi Lisabilla Estudiantin
Rafael Arya Bagas Ananta
Bidang Komunikasi dan Publikasi
Dewi Mardiani
Alqiz Lukman
Bidang Kesejahteraan
Lien Dwiari Ratnawati
Sri Trisna Dewi Hartati
Nora Ekawani
Ditetapkan di Yogyakarta, Pada Tanggal 18 Maret 2025
Dewan Pembina/Ketua Umum IAAI
Dewan Pengarah/Ketua Komda Jabodetabek
Koordinator Website dan Medsos
Web Administrator
Media Sosial
Editor Konten
Kontributor Tetap Konten
Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia Jabodetabek
SEJARAH IAAI
Perkumpulan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI)
merupakan wadah organisasi profesi yang dibentuk bagi para anggotanya dengan
keahlian di bidang ilmu Arkeologi. Organisasi yang didirikan pada 4 Februari
1976 di Cibulan, Bogor menghimpun para lulusan Arkeologi sebagai Ahli Arkeologi
Indonesia untuk bersama-sama membantu pengembangan disiplin Ilmu Arkeologi di
Indonesia. Selain juga untuk menyumbangkan kemampuan dan keterampilan
profesional bagi kepentingan pembangunan budaya nasional dan kecerdasan
bangsa.
Awal didirikannya, IAAI hanya beranggotakan 37 orang dengan latar pendidikan Arkeologi, dan saat ini jumlahnya telah mencapai 1.280 orang yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Disiplin ilmu yang dimiliki oleh anggota IAAI saat ini cukup beragam, seperti ilmu sejarah, arsitektur, teknik sipil, biologi, kimia, botani, zoologi, geologi, geografi, antropologi, dan kedokteran. Dengan gelar kesarjanaan di bidang masing-masing, menjadikan IAAI memiliki anggota dengan profesi yang beragam. Mereka ada yang berprofesi sebagai akademisi di Perguruan Tinggi, sebagian lainnya berprofesi sebagai pegawai pemerintah di Kementerian dan Unit Pelaksana Teknis di daerah, dan ada juga individu atau perseorangan yang bergerak dalam komunitas-komunitas pelestarian warisan budaya. Ada pula yang berprofesi di luar yang disebutkan sebelum ini, namun sangat antusias untuk menjadi anggota IAAI.
Dalam rangka mencapai maksud dan tujuan mulianya, IAAI menjalankan usaha sebagai berikut.
PERKUMPULAN AHLI ARKEOLOGI INDONESIA (atau disebut IAAI) selanjutnya dalam Anggaran Dasar cukup disingkat dengan “Perkumpulan” dengan terjemahan resmi adalah Association of Indonesian Archaeologists. Struktur organisasi Perkumpulan terdiri dari Dewan Pengawas, Majelis Kode Etik, Pengurus Harian, dan Komisariat Daerah. Pengurus Pusat IAAI mengikuti kedudukan Ketua Umum, dan saat ini berkedudukan di Yogyakarta. Pada awalnya, Komisariat Daerah atau Komda hanya terdapat di Jakarta (Komda Jakarta-Jawa Barat), Yogyakarta (Komda Yogyakarta dan Jawa Tengah), Trowulan (Komda Jawa Timur), dan Denpasar (Komda Bali). Saat ini, jumlah Komda telah bertambah menjadi sepuluh (10) sejalan dengan pertambahan anggota yang semakin menyebar di wilayah Indonesia. Dalam periode 2025-2028, sepuluh Komda tersebut adalah:
VISI
Sebagai organisasi profesi yang memajukan kebudayaan khususnya di bidang arkeologi
MISI
Ketua Berthold D.H. Sinaulan
Wakil Ketua St. Prabawa Dwi P.
Sekretaris 1 Judi Wahjudin
Sekretaris 2 Dian Trihayati
Bendahara 1 Vita Mattori
Bendahara 2 Rucitra Deasy Fadila
Kesekretariatan:
Y. Rendra Priyantoko
Shella Dwiastu
Bidang Organisasi dan Advokasi
Fadhlan Intan
Roseri Rosdy Putri
Yogi Abdi Nugroho
Bidang Ilmiah dan Penelitian
Yusmaini Eriawati
Archangela Y. Aprianingrum
Zainab Tahir
Bidang Kerjasama dan Hubungan Antar Lembaga
Yosua Adrian Pasaribu
Nusi Lisabilla Estudiantin
Rafael Arya Bagas Ananta
Bidang Komunikasi dan Publikasi
Dewi Mardiani
Alqiz Lukman
Bidang Kesejahteraan
Lien Dwiari Ratnawati
Sri Trisna Dewi Hartati
Nora Ekawani
Ditetapkan di Yogyakarta, Pada Tanggal 18 Maret 2025
Dewan Pembina/Ketua Umum IAAI
Dewan Pengarah/Ketua Komda Jabodetabek
Koordinator Website dan Medsos
Web Administrator
Media Sosial
Editor Konten
Kontributor Tetap Konten