Kata Ketua
91 Pembaca

Hari Purbakala, Sekali Lagi

Berthold DH Sinaulan
Jabodetabek
06 June 2026

Sekali lagi kita akan memperingati dan merayakan Hari Purbakala. Tahun ini adalah peringatan Hari Purbakala ke-113, dihitung sejak pertama kali berdirinya suatu lembaga purbakala tingkat nasional di negeri kita. Pada 14 Juni 1913, berdirilah Oudheidkundige Dienst in Nederlandsch-Indie, suatu dinas atau jawatan kepurbakalaan di Hindia-Belanda. Tanggal itulah yang setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Purbakala.

IAAI Komda Jabodetabek masa bakti 2025-2028 pada tahun lalu telah menyelenggarakan peringatan Hari Purbakala ke-112. Ketika itu, kami mengadakan seminar dan kunjungan situs di sekitar Kota Lama Tangerang, Provinsi Banten. Hasilnya juga disusun dalam bentuk penulisan oleh sejumlah anggota IAAI Komda Jabodetabek dan dua orang wartawan yang meliput kegiatan tersebut. Maka lahirlah buku Kota Lama Tangerang di 112 Tahun Hari Purbakala (ISBN 978-623-8000-54-8), yang cukup disukai oleh para peminat kepurbakalaan.

Kini, menjelang Hari Purbakala ke-113 pada 14 Juni 2026, kami juga tentu sudah menyiapkan acara. Saat ini masih dalam penggodokan oleh pengurus Komda, disesuaikan dengan sejumlah hal, termasuk keterbatasan anggaran. Pada waktunya nanti tentu akan kami umumkan secara resmi.

Di luar itu, seperti pernah diungkapkan sebelumnya, kita semua para ahli arkeologi dan peminat studi kepurbakalaan, tentu patut bersyukur dengan telah adanya Kementerian Kebudayaan RI. Kita sungguh berharap keberadaan kementerian tersebut, dapat membantu memfasilitasi dan mendukung pengembangan arkeologi, ilmu yang sangat terkait dengan “dunia” kebudayaan.

Kita juga bersyukur bahwa masyarakat luas umumnya sudah mulai memahami pentingnya tinggalan-tinggalan arkeologi yang tersebar di banyak tempat. Walaupun masih ada satu dua kasus vandalisme, pencurian, perusakan, dan hal-hal negatif yang mengakibatkan hilangnya – terutama hilangnya data – tinggalan arkeologi, tetapi secara keseluruhan pemahaman masyarakat terhadap keberadaan tinggalan arkeologi semakin lama semakin baik.

Walaupun demikian, berbagai aktivitas untuk terus menyelamatkan, melestarikan, dan memanfaatkan tinggalan arkeologi yang ada guna kepentingan pengetahuan, kesejahteraan, dan kemanusiaan, harus terus digencarkan. Pengurus IAAI Komda Jabodetabek sudah pernah melaksanakan sosialisasi tentang arkeologi umumnya dan cagar budaya khususnya pada siswa-siswa SMA di Jakarta dan Bogor. Sementara secara pribadi, beberapa anggota IAAI Komda Jabodetabek juga telah melakukan sosialisasi serupa di kalangan siswa SD dan SMP.

Kami merasa hal ini penting, karena para siswa yang merupakan bagian dari generasi muda Indonesia perlu diberikan informasi selengkap dan seluasnya tentang pentingnya studi arkeologi umumnya dan cagar budaya pada khususnya. Bukan semata-mata agar mereka tertarik pada studi arkeologi dan kemudian melanjutkan pendidikan di bidang arkeologi. Lebih penting dari itu, generasi muda itulah calon penerus keberadaan dan pembangunan negara kita tercinta. Memberikan pemahaman tentang studi arkeologi dan cagar budaya sejak sekarang, diharapkan mampu menyelaraskan pola pikir mereka tentang pentingnya tinggalan-tinggalan arkeologi. Kelak, bila tiba saatnya mereka memimpin negara ini di segala bidang, kita berharap mereka akan terus mengingat sosialisasi yang pernah diterima masing-masing, dan selalu berketetapan hati untuk menjaga tinggalan arkeologi yang ada.

Tentu saja, aktivitas kami sebagai pengurus IAAI Komda Jabodetabek lebih dari sekadar sosialisasi. Banyak kegiatan yang telah dan akan kami lakukan, termasuk dalam memperingati Hari Purbakala ke-113 kali ini. Apalagi tahun ini bertepatan dengan 50 Tahun atau “Tahun Emas” IAAI. Kami berharap berbagai aktivitas yang akan dilaksanakan dapat bermanfaat bukan saja bagi anggota IAAI Komda Jabodetabek, tetapi juga masyarakat luas pada umumnya. Selamat Hari Purbakala ke-113.

Berthold DH Sinaulan

Ketua IAAI Komda Jabodetabek

 



 

TAGS: #arkeologi #iaai #jabodetabek #50tahun #kataketua