Sekali lagi kita akan memperingati dan merayakan
Hari Purbakala. Tahun ini adalah peringatan Hari Purbakala ke-113, dihitung
sejak pertama kali berdirinya suatu lembaga purbakala tingkat nasional di
negeri kita. Pada 14 Juni 1913, berdirilah Oudheidkundige Dienst in
Nederlandsch-Indie, suatu dinas atau jawatan kepurbakalaan di
Hindia-Belanda. Tanggal itulah yang setiap tahunnya diperingati sebagai Hari
Purbakala.
IAAI Komda Jabodetabek masa bakti 2025-2028 pada
tahun lalu telah menyelenggarakan peringatan Hari Purbakala ke-112. Ketika itu,
kami mengadakan seminar dan kunjungan situs di sekitar Kota Lama Tangerang,
Provinsi Banten. Hasilnya juga disusun dalam bentuk penulisan oleh sejumlah
anggota IAAI Komda Jabodetabek dan dua orang wartawan yang meliput kegiatan
tersebut. Maka lahirlah buku Kota Lama Tangerang di 112 Tahun Hari Purbakala
(ISBN 978-623-8000-54-8), yang cukup disukai oleh para peminat
kepurbakalaan.
Kini, menjelang Hari Purbakala ke-113 pada 14
Juni 2026, kami juga tentu sudah menyiapkan acara. Saat ini masih dalam
penggodokan oleh pengurus Komda, disesuaikan dengan sejumlah hal, termasuk keterbatasan
anggaran. Pada waktunya nanti tentu akan kami umumkan secara resmi.
Di luar itu, seperti pernah diungkapkan
sebelumnya, kita semua para ahli arkeologi dan peminat studi kepurbakalaan,
tentu patut bersyukur dengan telah adanya Kementerian Kebudayaan RI. Kita
sungguh berharap keberadaan kementerian tersebut, dapat membantu memfasilitasi
dan mendukung pengembangan arkeologi, ilmu yang sangat terkait dengan “dunia”
kebudayaan.
Kita juga bersyukur bahwa masyarakat luas
umumnya sudah mulai memahami pentingnya tinggalan-tinggalan arkeologi yang
tersebar di banyak tempat. Walaupun masih ada satu dua kasus vandalisme,
pencurian, perusakan, dan hal-hal negatif yang mengakibatkan hilangnya –
terutama hilangnya data – tinggalan arkeologi, tetapi secara keseluruhan
pemahaman masyarakat terhadap keberadaan tinggalan arkeologi semakin lama
semakin baik.
Walaupun demikian, berbagai aktivitas untuk
terus menyelamatkan, melestarikan, dan memanfaatkan tinggalan arkeologi yang
ada guna kepentingan pengetahuan, kesejahteraan, dan kemanusiaan, harus terus
digencarkan. Pengurus IAAI Komda Jabodetabek sudah pernah melaksanakan
sosialisasi tentang arkeologi umumnya dan cagar budaya khususnya pada
siswa-siswa SMA di Jakarta dan Bogor. Sementara secara pribadi, beberapa
anggota IAAI Komda Jabodetabek juga telah melakukan sosialisasi serupa di
kalangan siswa SD dan SMP.
Kami merasa hal ini penting, karena para siswa
yang merupakan bagian dari generasi muda Indonesia perlu diberikan informasi
selengkap dan seluasnya tentang pentingnya studi arkeologi umumnya dan cagar
budaya pada khususnya. Bukan semata-mata agar mereka tertarik pada studi
arkeologi dan kemudian melanjutkan pendidikan di bidang arkeologi. Lebih
penting dari itu, generasi muda itulah calon penerus keberadaan dan pembangunan
negara kita tercinta. Memberikan pemahaman tentang studi arkeologi dan cagar
budaya sejak sekarang, diharapkan mampu menyelaraskan pola pikir mereka tentang
pentingnya tinggalan-tinggalan arkeologi. Kelak, bila tiba saatnya mereka
memimpin negara ini di segala bidang, kita berharap mereka akan terus mengingat
sosialisasi yang pernah diterima masing-masing, dan selalu berketetapan hati
untuk menjaga tinggalan arkeologi yang ada.
Tentu saja, aktivitas kami sebagai pengurus IAAI
Komda Jabodetabek lebih dari sekadar sosialisasi. Banyak kegiatan yang telah
dan akan kami lakukan, termasuk dalam memperingati Hari Purbakala ke-113 kali
ini. Apalagi tahun ini bertepatan dengan 50 Tahun atau “Tahun Emas” IAAI. Kami
berharap berbagai aktivitas yang akan dilaksanakan dapat bermanfaat bukan saja
bagi anggota IAAI Komda Jabodetabek, tetapi juga masyarakat luas pada umumnya.
Selamat Hari Purbakala ke-113.
Berthold DH Sinaulan
Ketua IAAI Komda Jabodetabek