Akhirnya
terbit juga. Buku berjudul Kota Lama Tangerang di 112 Tahun Hari Purbakala
berhasil diterbitkan oleh IAAI Komda Jabodetabek bekerja sama dengan Penerbit
Yayasan Pustaka Thamrin Dahlan. Buku dengan ISBN 978-623-6000-54-8 itu
diterbitkan sebagai penanda dari peringatan Hari Purbakala ke-112 di Kota Lama
Tangerang pada minggu ketiga Juni 2025. Tercatat 8 anggota IAAI dan 2 wartawan
yang ikut serta dan meliput kegiatan di Tangerang tersebut, mengirimkan
naskahnya yang kemudian disatukan dalam buku ini. Ditulis secara populer, agar
dapat lebih dinikmati masyarakat luas. Walaupun demikian, setiap penulis
berusaha mematuhi kaidah keilmuan dan kepenulisan, dengan mencantumkan
sumber-sumber pustaka yang digunakan sebagai bahan penulisannya.
Kesepuluh
penulis dan judul tulisan masing-masing adalah:
- Berthold
DH Sinaulan, SS, “Kabar dari Tangerang – Catatan tentang Prangko dan Aktivitas
Surat Menyurat di Tangerang”
- Dais
Dharmawan Paluseri, S.Hum, “WBTb Indonesia dari Kota Tangerang”
- Dewi
Mardiani, “Aliran Nadi Kehidupan di Kota Lama”
- Dinda
Shabrina, “Masjid Kalipasir: Jejak Lima Abad Dakwah dan Toleransi di Tepi
Cisadane”
- Judi
Wahjudin. “Museum di Kota Tangerang”
- Nora
Ekawani Widya, “Tangerang dan Pembantaian Etnis Tionghoa”
- Roseri
Rosdy Putri, “Pelestarian Kawasan Lama Tangerang: Lanjut atau Tinggalkan?”
- Shinta
Ambarwati, “Melihat Jejak Akulturasi Tiongkok di Kelenteng Boen Tek Bio”
- Sri
Trisna Dewi Hartati, “Sepatu Lotus, Jejak Sejarah dan Keindahan”
- Vita
Mattori, “Kecap Benteng sebagai Salah Satu Identitas Budaya Kota Tangerang”.
Buku
tersebut disunting oleh Lien Dwiari Ratnawati dengan proof reader Nina Mahsyur.
Sementara penataan letaknya dikerjakan oleh R. Andi Widjanarko dan Mutiara
Adriane. Cetakan pertamanya terbit pada Oktober 2025, sedangkan cetakan kedua
terbit pada November 2025. (BS)