Tokoh Menyapa
310 Pembaca

- DARI NIHIL MENUJU TAUHID -

Hari Untoro Dradjat
Jakarta
24 March 2026

Di awal aku berdiri di ruang hampa

Menatap sunyi, sepi tak bernama

Segala makna luruh tanpa sisa

Seakan gema semesta tanpa jiwa


Aku bertanya pada ruang hampa:

Apakah hidup sekadar lintasan waktu?

Jika kebenaran itu tiada yang mutlak

Mengapa hati tetap mencari sesuatu?


Dalam hampa aku mencoba memahami

Bahwa kekosongan seakan berisi

Ada gerak di dalam diam yang sepi

Ada suatu misteri yang tidak terperi


Kata Friedrich Nietzsche pernah mengguncang jiwa:

“Tuhan telah mati", gema itu menggoda

Namun relung hati enggan terlupa

Sebab hati nurani tak mudah dusta


Jika semua hanya kemungkinan

Jika hidup kebetulan semata

Mengapa doa tetap terucapkan

Saat jiwa terhimpit derita?


Langkahku goyah di antara tanya

Relativitas meretas makna

Probabilitas membuka celah

Namun tak mampu memberi arah


Hingga aku jatuh dalam sujud panjang

Di titik hancur, di batas hilang

Di sana sunyi tak lagi mengerikan

Ia menjelma menjadi panggilan


Perlahan aku mulai mengerti

Bahwa hampa bukan akhir hakiki

Di sanalah gerbang nur Illahi

Menuntun hati kembali berdiri


Tauhid hadir bukan sekadar kata

Ia cahaya bersinar dalam gulita

Mengikat makna, menata rasa

Bahwa hidup tak lagi tanpa arah


Kini aku tak lagi bertanya

Sebab makna telah bernaung nyata

Dalam satu Nama Yang Maha Esa

Tempat segala jiwa bersandar setia


Dari nihil aku pernah tersesat

Dari keraguan aku hampir terjerat

Namun dalam tauhid aku tersadar

Tiada selain Dia Yang Maha Benar


Hari Untoro Dradjat

23 Maret 2026

TAGS: #arkeologi #iaai #jabodetabek #puisi #tokohmenyapa #50tahun