Perkumpulan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI)
Komda Jabodetabek kehilangan salah satu anggotanya pada Sabtu, 31 Januari 2026.
Eka Asih Putrina Taim binti Hilman Taim (19950342) meninggal dunia di Rumah
Sakit Islam Jakarta (RSIJ), karena sakit.
Dr. Eka Asih Putrina Taim, SS, M.Si, yang
menjadi anggota IAAI sejak 1995, lahir di Jakarta, 12 November 1967. Setelah
lulus sebagai sarjana Arkeologi di Fakultas Sastra (sekarang Fakultas Ilmu
Pengetahuan Budaya/FIB) Universitas Indonesia (UI) pada 1992, Eka mulai
berdinas di Palembang pada 1994. Empat tahun di sana, Eka kemudian pindah ke
Jakarta pada 1998 dan melanjutkan pendidikan S2. Eka mengambil pendidikan S2
Antropologi Budaya di Jurusan Antropologi FISIP UI dan lulus pada 2002. Eka
kemudian melanjutkan pendidikan S3 di FIB UI, dan resmi meraih gelar Doktor
Arkeologi pada 9 Januari 2020. Disertasinya, yang berjudul "Daerah Aliran
Sungai Musi dan Sungai Batanghari Sebagai Pusat Kebudayaan di Abad ke-13
Masehi," berfokus pada identifikasi kebudayaan di wilayah tersebut.
Dalam profesinya sebagai arkeolog, Eka memilih
spesialisasi penelitian arkeologi di bidang arkeologi sejarah, khususnya pada
permukiman kuna masa Klasik (Hindu-Buddha) dan keramologi. Saat meninggal
dunia, Eka masih tercatat sebagai Peneliti Madya di bidang Arkeologi Sejarah
pada Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Pengurus IAAI Komda Jabodetabek menyampaikan
duka cita mendalam atas berpulangnya Eka Asih Putrina Taim, dan semoga amal
ibadahnya diterima di sisiNya, serta keluarga yang ditinggalkan diberi
penghiburan dan ketabahan iman. (BDHS)