Sejak
disusun dan disahkannya Pengurus IAAI Komda Jabodetabek masa bakti 2025-2028, peringatan
Hari Purbakala ke-112 menjadi kegiatan penting pertama yang dilaksanakan pada
21 Juni 2025. Lokasi pelaksanaan di kawasan Kota Lama Tangerang, dengan alasan
Tangerang masuk dalam wilayah kerja IAAI Komda Jabodetabek dan Tangerang tidak
terlalu banyak dibahas dari sisi arkeologi. Pada kenyataannya, tinggalan-tinggalan
arkeologis di sana berperan penting dan menjadi bagian dari sejarah masa
kolonial di Indonesia, termasuk di Kota Lama Tangerang.
Peringatan
Hari Purbakala ke-112, yang dipimpin oleh Sdr. Lien Dwiari Ratnawati, ditandai
dengan Seminar dan Kunjungan Situs Kota Lama Tangerang yang dipusatkan di
Gedung Juang ’45 Tangerang. Setelah laporan dari Ketua IAAI Komda Jabodetabek, Berthold
DH Sinaulan, acara dilanjutkan dengan sambutan Ketua Umum IAAI, Marsis Sutopo,
lalu sambutan dari Wali Kota Tangerang yang diwakili Kepala Dinas Kebudayaan
dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tangerang, Boyke Urif Hermawan. Kegiatan tersebut
kemudian dibuka secara resmi oleh Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan
Tradisi, Kementerian Kebudayaan RI, Dr. Restu Gunawan, M.Hum, yang sekaligus
menjadi pembicara kunci seminar.
Seminar
diikuti oleh sekitar 70 peserta, yang terdiri dari anggota IAAI Komda
Jabodetabek, komunitas budaya di Jakarta dan Tangerang, wartawan, serta dari
Disbudpar Kota Tangerang. Bertindak selaku narasumber adalah Kepala Dinas
Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang, yang presentasinya disampaikan oleh
staf Disbudpar, Dais Dharmawan Paluseri, kemudian pemilik Museum Benteng
Heritage, Udaya Halim, dan anggota Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Tangerang,
R. Widiati, serta anggota TACB Kota Depok, Mush’ab Abdu Asy Syahid.
Acara
kunjungan lapangan ke sejumlah situs arkeologi dan tinggalan bersejarah lainnya
di kawasan Kota Lama Tangerang, diawali dengan makan siang bersama di bangunan
yang disebut Roemah Boeroeng (Roemboer), kunjungan berikutnya adalah ke Vihara
Boen Tek Bio, Masjid dan Pemakaman Kalipasir, Toapekong Air di pinggiran Sungai
Cisadane, Museum Benteng Heritage, dan diakhiri dengan kunjungan ke Pabrik
Kecap SH.
Tidak
berhenti sampai di situ. Seperti dikatakan Berthold DH Sinaulan, “Kami tidak
ingin seperti sebagian kegiatan seminar dan kunjungan lapangan yang pernah ada.
Begitu acara berakhir, maka selesai pula semuanya. Hanya tersisa laporan acara
dan arsip paparan presentasi narasumber. Kami, dari IAAI Komda Jabodetabek,
ingin ada penanda yang lebih kuat, dengan mendokumentasikan hasil seminar dan
kunjungan lapangan dalam bentuk buku, serta membagikannya kepada masyarakat
luas.”
Buku
berjudul Kota Lama Tangerang Di 112 Tahun Hari Purbakala, yang berisikan
berbagai hal terkait warisan budaya benda maupun warisan budaya takbenda, yang
sempat dikunjungi selama acara peringatan Hari Purbakala ke-112 telah terbit. Tercatat
8 anggota IAAI dan 2 wartawan bersedia menyusun naskah masing-masing. Diharapkan
dengan buku ini dapat menjadi dokumentasi dan catatan berharga yang bermanfaat
bagi sebanyak mungkin anggota masyarakat. Selamat Hari Purbakala ke-112. (BS)