Dewi Mardiani
Jakarta, 06 January 2026Mau kenal dengan Arkeologi dan cagar budaya?
Pertanyaan itu merupakan pancingan bagi para siswa di SMA Negeri 1 Bogor dan
SMA 1 PSKD Jakarta dalam kegiatan Sosialisasi Arkeologi dan Cagar Budaya di
akhir November 2025. Pancingan ini juga merupakan ajakan untuk mereka dapat temu
kenali nilai penting cagar budaya yang ada di sekitar mereka.
Gelaran yang digagas oleh Perkumpulan Ahli
Arkeologi Indonesia (IAAI) Komisariat Daerah Jabodetabek ini mendapatkan
dukungan dari Kementerian Kebudayaan RI seiring dengan meningkatnya peran
arkeologi dalam pemajuan kebudayaan di Indonesia. Ini penting mengingat
kebutuhan penguasaan pengetahuan arkeologi dan cagar budaya di Indonesia yang memiliki
banyak temuan budaya.
Pemahaman mengenai arkeologi dan cagar budaya menjadi
krusial dalam upaya mempertahankan nilai penting materi budaya bagi pengembangan
jati diri bangsa. Karena itulah, sasaran kegiatan yang berjudul “Kenalan Yuk
dengan Arkeologi dan Cagar Budaya” adalah para siswa di Jabodetabek, khususnya
para siswa Sekolah Menengah Atas. Kegiatan tersebut diharapkan dapat membangun
pemahaman tersendiri pada para siswa mengenai ilmu Arkeologi dan peranan
penting cagar budaya bagi jati diri bangsa.
Dalam
sambutannya, Ketua IAAI Komda Jabodetabek Berthold DH Sinaulan menyampaikan,
kegiatan sosialisasi merupakan bagian dari pembangunan pemahaman terhadap peran
penting arkeologi dan cagar budaya. “Kami berharap semoga upaya yang telah kita
laksanakan dapat membantu pelestarian cagar budaya yang menjadi jati diri
bangsa. Kegiatan ini tentunya sangat berarti bagi instansi terkait dan
organisasi profesi Perkumpulan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI), sehingga
bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara,”. Harapan itu sangat tepat dan
menjadi pas mengingat bangunan SMAN 1 Bogor dan SMA 1 PSKD Jakarta telah
ditetapkan sebagai Cagar Budaya oleh Pemerintah Kota masing-masing.
Kegiatan
sosialisasi yang dilaksanakan terpisah itu dihadiri oleh 80 siswa SMAN 1 Bogor
dan 205 siswa SMA 1 PSKD Jakarta, juga para pengajar dan pengurus Yayasan PSKD
Jakarta. Di kedua tempat, hadir tiga orang narasumber di masing-masing lokasi,
yaitu Dr. Kresno Yulianto, Judi Wahjudin, dan Husnizon Nizar di Bogor, serta Dr.
Junus Satrio Atmojo, Dedah R Sri Handari, dan Norviadi Setio Husodo di Jakarta. Bertindak
sebagai moderator adalah Lien Dwiari Ratnawati di Bogor dan Dewi Mardiani di
Jakarta. Baik narasumber dan moderator merupakan arkeolog sekaligus sebagai anggota
IAAI Komda Jabodetabek.
Khusus di SMA 1 PSKD Jakarta, pihak Yayasan PSKD menghadirkan dua orang praktisi hukum dari firma hukum untuk menjelaskan mengenai konsekuensi dari perundang-undangan yang berkaitan dengan cagar budaya. Pelaksanaan dari produk hukum tersebut mengikat dan dapat berdampak bagi setiap orang, termasuk para siswa. Sedang di SMAN 1 Bogor, IAAI Komda Jabodetabek yang diwakili oleh Sekretaris IAAI Komda Jabodetabek, Judi Wahjudin, berkesempatan untuk menyerahkan foto diri dari Guru Besar Arkeologi Universitas Indonesia, alm. Prof. Dr. Mundardjito atau pak Oti, yang merupakan lulusan dari SMAN 1 Bogor tahun 1955. Bersamaan dengan itu juga diserahkan tiga jilid buku Mundardjito. Selanjutnya, foto pak Oti ini akan dipajang di dinding sekolah bergabung dengan foto lainnya yang diperhitungkan sebagai tokoh panutan yang dapat menginspirasi para siswa.
Secara
umum, gelaran Sosialisasi Arkeologi dan Cagar Budaya bagi para pelajar di SMA
Negeri 1 Bogor dan SMA 1 PSKD Jakarta berjalan lancar. Diharapkan kegiatan
serupa dapat dilaksanakan kembali di sekolah-sekolah lainnya. (DM)