Roseri Rosdy Putri
Museum Kebangkitan Nasional, 06 January 2026Pada awal November 2025 Perkumpulan
Ahli Arkeologi (IAAI) Komda Jabodetabek mengajak anggotanya untuk ikut dalam
kegiatan Workshop Interpretasi Cagar Budaya Tahun 2025. Kegiatan ini merupakan
program yang dibuat oleh Bidang Organisasi dan Advokasi IAAI Komda Jabodetabek
dalam rangka pengembangan profesionalitas anggota IAAI. Hal ini sejalan dengan
tujuan dibentuknya Perkumpulan dari awal ketika namanya masih IAAI atau Ikatan
Ahli Arkeologi Indonesia, yaitu meningkatkan pengetahuan dan kompetensi
anggotanya, termasuk komunitas yang berada di wilayah Jabodetabek.
Kegiatan Workshop Interpretasi CB
Tahun 2025 berlangsung di Museum Kebangkitan Nasional, Jln Abdurrahman Saleh
no. 26, Senen, Jakarta Pusat, mulai tanggal 19 November sampai 22 November
2025. Diikuti oleh sebanyak 30 orang peserta yang berasal dari anggota IAAI
Komda Jabodetabek, staf museum yang berada di bawah
Museum dan Cagar Budaya, yaitu dari Museum Nasional Indonesia, Museum Batik
Indonesia, Museum Basuki Abdullah, Galeri Nasional, Museum Kebangkitan
Nasional, Museum Sumpah Pemuda, dan Museum Naskah Proklamasi, serta anggota
komunitas dari Kelompok Pemerhati Budaya dan Museum Indonesia, dan dari
Komunitas Jelajah Budaya. Sejumlah 10 orang pengurus IAAI Komda Jabodetabek
juga ikut sebagai observer, di samping juga membantu di kepanitiaan. Kegiatan
ini berlangsung selama empat hari penuh mulai pukul 8 pagi hingga pukul 17 sore
yang diikuti dalam keadaan selalu gembira dan tanpa rasa jemu.
Dalam sambutan Ketua Komda Berthold DH
Sinaulan yang dibacakan oleh Sekretaris Perkumpulan, Sdr Judi Wahjudin,
disebutkan bahwa kegiatan ini dapat terselenggara dengan dukungan penuh dari
Direktorat Pembinaan SDM, Lembaga, dan Pranata Kebudayaan, Direktorat Jenderal
Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Kementerian Kebudayaan,
serta dari Museum dan Cagar Budaya dan Museum Kebangkitan Nasional. Dalam
workshop ini, peserta dilatih untuk dapat menginterpretasikan cagar budaya,
sehingga dapat dimanfaatkan seluas-luasnya. Bukan hanya untuk kepentingan
pariwisata, tetapi juga untuk membangun kesadaran masyarakat luas tentang
pentingnya cagar budaya dan pelestariannya. Selesai membacakan, seluruh
pendukung kegiatan memperoleh plakat IAAI Komda Jabodetabek sebagai tanda
apresiasi Komda Jabodetabek kepada masing-masng.
Narasumber dalam kegiatan ini adalah
dari Interp.ID, suatu organisasi yang memberikan pengetahuan tentang
interpretasi dalam berbagai hal, termasuk interpretasi cagar budaya. Mulai dari
penyusunan materi yang terdiri dari Produk Pariwisata dan Pengalaman
Interpretatif, Komponen Pengalaman, Pengunjung, Pengantar Interpretasi, Prinsip
dan Kualitas Interpretasi, Perencanaan interpretasi, Perencanaan: Signifikasi
Museum dan Koleksinya, Mengembangkan Gagasan, Tema dan Sasaran Interpretasi,
Signifikasi, Peta Pikiran, Tema, Sasaran Program Interpretasi, Outline
Presentasi Interpretasi, dan Teknik Interpretasi. Materi tersebut disampaikan kepada peserta
workshop oleh Tim Interp.ID yang terdiri dari Wiwien Tribuwani Wiyonoputri,
Krishnamurti, Ratna Suranti, dan Supratikno Rahardjo. Sementara panitia
pelaksana kegiatan workshop diketuai oleh Roseri Rosdy Putri, pengurus IAAI
Komda Jabodetabek Bidang Organisasi dan Advokasi, dibantu para pengurus IAAI
Komda Jabodetabek lainnya.
Pada akhir kegiatan, beberapa peserta menyampaikan kegembiraan dan kepuasannya telah memperoleh pengetahuan baru, khususnya dalam hal interpretasi cagar budaya, dan berharap dapat diaktualisasikan di tempat kerja masing-masing. Peserta juga berharap program IAAI ini dapat dilanjutkan di tahun 2026. Program ditutup oleh Ketua Panitia Pelaksana dan dengan didampingi Tim Interp.ID menyerahkan sertifikat kepesertaan kepada seluruh peserta yang telah menyelesaikan workshop selama empat hari. (ERP)