What's On J
73 Pembaca

Meningkatkan Kompetensi dan Berbagi Ilmu di Lokakarya Identifikasi Keramik

Zainab Tahir

Museum Kebaharian, 08 January 2026

Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI) Komisariat Daerah Jabodetabek sukses melaksanakan Lokakarya Identifikasi Keramik yang diselenggarakan pada 14–16 November 2025. Kegiatan yang dilaksanakan di Museum Bahari, Jakarta ini menghadirkan rangkaian pembelajaran intensif yang memberikan pengetahuan akademik dan pengalaman berinteraksi langsung dengan artefak keramik, yang disertai diskusi mendalam dalam menganalisis objek tersebut.

Pada hari pertama lokakarya dilaksanakan secara daring pada Jumat, 14 November 2025, diawali dengan pembukaan oleh Ketua IAAI Komda Jabodetabek didampingi oleh wakil dari Direktorat Warisan Budaya yang mendukung penuh kegiatan ini. Kemudian, masuk pada sesi pertama, dimana peserta mendapatkan materi “Keramik Asing dan Sejarahnya di Nusantara” oleh Dr. Junus Satrio Atmodjo, yang membahas peran penting keramik sebagai penanda sejarah perdagangan, budaya, dan interaksi antar peradaban di kawasan Asia Tenggara. Sesi kedua dilanjutkan dengan paparan dari R. Widiati mengenai pengenalan dan dasar-dasar pengetahuan keramik, termasuk karakteristik material, teknik pembuatan, serta aspek penanggalan dan identifikasi awal.

Memasuki hari kedua, Sabtu 15 November 2025, kegiatan dilaksanakan secara luring di Museum Kebaharian, Jakarta. Yusmaini Eriawati mengawali sesi ketiga, dengan pelatihan analisis artefak keramik menggunakan pendekatan yang sistematis. Peserta dikenalkan mulai pada teknik observasi, pengenalan ciri morfologis, hingga metode pencatatan ilmiah. Masuk pada sesi keempat yang menjadi salah satu sesi yang paling dinanti, yaitu interaksi langsung dengan objek, yang meliputi pengenalan, rekonstruksi, dan analisis keramik, yang dipandu oleh tim narasumber, Bapak Junus Satrio Atmodjo, Ibu R. Widiati, dan Ibu Yusmaini. Peserta mengasah kemampuan merekonstruksi pecahan keramik, menggunakan alat analisis, serta mempraktikkan tahapan kerja arkeologis secara langsung.

Hari ketiga, Minggu 16 November 2025, adalah puncak kegiatan, dimana peserta mendapatkan ujian tertulis serta menyusun laporan identifikasi sebagai bentuk evaluasi kompetensi. Selanjutnya, masing-masing kelompok mempresentasikan hasil analisis, metode yang digunakan, serta interpretasi yang diperoleh, disertai diskusi interaktif bersama narasumber dan peserta lainnya. Kegiatan ditutup dengan apresiasi kepada seluruh peserta dan panitia, serta harapan agar jejaring dan pengetahuan yang diperoleh dapat terus dimanfaatkan dalam praktik profesional dan akademik.

Lokakarya ini diikuti oleh 24 peserta dari berbagai latar belakang institusi, termasuk BRIN, Dinas Kebudayaan, Museum Kebaharian Jakarta, Museum Seni Rupa dan Keramik, komunitas heritage, institusi pemerintah, serta mahasiswa arkeologi dari Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Hasanuddin. Hadirnya berbagai elemen ini menjadi indikasi adanya semangat keingintahuan dan kolaborasi yang kuat dalam pengembangan kompetensi bidang arkeologi, khususnya analisis keramik.

Yang menarik lainnya selain pelatihan, IAAI Komda Jabodetabek juga menyiapkan buku panduan analisis keramik kuno yang dikembangkan sebagai bagian dari kegiatan ini. Panduan tersebut diharapkan dapat disempurnakan pasca lokakarya dan dapat menjadi rujukan praktis tidak hanya bagi anggota IAAI, tetapi juga bagi masyarakat luas yang berkecimpung dalam kajian kebudayaan dan pelestarian tinggalan arkeologi.

Melalui penyelenggaraan lokakarya ini, IAAI Komda Jabodetabek menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kapasitas pengetahuan, kompetensi teknis, serta profesionalisme para pegiat arkeologi di Indonesia. Apresiasi pula bagi Museum Kebaharian sebagai tuan rumah yang menjadi ruang belajar, yang tidak hanya menghadirkan artefak bersejarah, tetapi juga berperan sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan pelestarian budaya. Lokakarya ini diharapkan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan yang memperkuat pemahaman, metodologi, dan keilmuan terkait identifikasi dan analisis keramik, sekaligus berkontribusi dalam pengayaan sumber daya manusia yang mampu mengenali keramik sebagai objek penting dalam perjalanan sejarah Nusantara. (ZT)

TAGS: ##lokakarya #iaai #komdajabodetabek ##museumbahari #kementeriankebudayaan ##cagarbudaya #keramik