Sri Trisna Dewi Hartati
Tangerang, 14 January 2026Dalam rangka
memperkuat pemahaman publik terhadap nilai sejarah dan pelestarian kawasan
cagar budaya, telah diselenggarakan kegiatan Bedah Buku Kota Lama Tangerang
di 112 Tahun Hari Purbakala pada Sabtu, 9 November 2025, bertempat di
Klenteng Boen Tek Bio, Kota Lama Tangerang. Kegiatan ini merupakan kerjasama
antara Perkumpulan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI) Komisariat Daerah
Jabodetabek, dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang, Pusat
Kajian Tionghoa Benteng, serta Klenteng Boen Tek Bio. Buku yang dibedah dalam
kegiatan ini merupakan terbitan IAAI Komda Jabodetabek dalam rangka Hari Purbakala
ke-112, yang diperingati pada bulan Juni 2025 lalu di kawasan Kota Lama
Tangerang. Buku berjudul Kota Lama Tangerang di 112 Tahun Hari Purbakala
tersebut memuat kajian sejarah, arkeologi, serta dinamika sosial budaya Kota
Lama Tangerang, sehingga menjadi referensi penting bagi akademisi, pemerintah,
dan masyarakat dalam memahami serta mengelola kawasan heritage ini secara
berkelanjutan.
Kota Lama
Tangerang merupakan salah satu kawasan cagar budaya penting di Provinsi
Banten yang menyimpan jejak sejarah peradaban masyarakat Tionghoa Benteng,
kolonial, dan masyarakat lokal di sepanjang Sungai Cisadane. Kawasan ini
memiliki kekayaan tinggalan arsitektur, situs sejarah, serta tradisi budaya
yang berkontribusi besar terhadap pembentukan identitas Kota Tangerang. Oleh
karena itu, penguatan pemahaman dan kepedulian masyarakat terhadap kawasan ini
menjadi bagian penting dari strategi pelestarian cagar budaya.
Kegiatan
bedah buku menghadirkan empat narasumber - dari yang semula direncanakan tujuh
narasumber-, yaitu Berthold DH Sinaulan, Dais Darmawan, Sri Trisna Dewi
Hartati, dan Dewi Mardiani, dengan moderator Iskandar dari Pusat Kajian
Tionghoa Benteng. Sebanyak 36 peserta yang terdiri atas akademisi, mahasiswa,
komunitas, dan pemerhati budaya turut hadir dan berpartisipasi aktif dalam
diskusi.
Dalam
pemaparannya, para narasumber mengulas berbagai aspek penting terkait Kota Lama
Tangerang, antara lain sejarah perkembangan kawasan, peran masyarakat Tionghoa
Benteng, dinamika arsitektur bangunan bersejarah, keberadaan museum dan
koleksi, serta tantangan dan peluang dalam pelestarian cagar budaya. Diskusi
ini menegaskan bahwa Kota Lama Tangerang bukan hanya kawasan bersejarah, tetapi
juga ruang hidup yang terus berkembang dan perlu dikelola secara adaptif dan
berkelanjutan.
Sejumlah
pokok pikiran strategis mengemuka dalam forum tersebut. Pertama, perlunya
pendataan dan pemutakhiran informasi bangunan cagar budaya secara berkelanjutan
sebagai dasar penyusunan kebijakan dan program pelestarian. Kedua, pentingnya
penguatan peran serta komunitas lokal dalam menjaga dan merawat kawasan cagar
budaya, karena masyarakat setempat merupakan pemangku kepentingan utama dalam
pelestarian. Ketiga, perlunya pengembangan potensi wisata berbasis budaya,
antara lain melalui pengemasan narasi sejarah, penguatan ekonomi kreatif, serta
pengembangan produk budaya seperti batik bermotif khas Tangerang yang
terinspirasi dari kapal, sungai, dan simbol-simbol lokal. Pendekatan ini
diharapkan dapat meningkatkan daya tarik kawasan sekaligus memberikan manfaat
ekonomi bagi masyarakat. Keempat, pendidikan publik dan wisata sejarah
dipandang sebagai instrumen penting untuk menumbuhkan kesadaran generasi muda
terhadap nilai warisan budaya. Melalui program edukasi yang terintegrasi,
kawasan Kota Lama Tangerang dapat menjadi ruang belajar terbuka tentang sejarah
dan kebudayaan lokal.
Melalui kegiatan Bedah Buku “Kota Lama Tangerang di 112 Tahun Hari Purbakala” ini, diharapkan terbangun sinergi yang lebih kuat antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam mendukung pelestarian dan pengembangan kawasan cagar budaya Kota Lama Tangerang. Upaya ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya dan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, yang menegaskan bahwa pelestarian warisan budaya merupakan tanggung jawab bersama untuk generasi masa kini dan masa depan. (STD)