What's On J
35 Pembaca

Bedah Buku Kota Lama Tangerang Dorong Penguatan Pelestarian Kawasan

Sri Trisna Dewi Hartati

Tangerang, 14 January 2026

Dalam rangka memperkuat pemahaman publik terhadap nilai sejarah dan pelestarian kawasan cagar budaya, telah diselenggarakan kegiatan Bedah Buku Kota Lama Tangerang di 112 Tahun Hari Purbakala pada Sabtu, 9 November 2025, bertempat di Klenteng Boen Tek Bio, Kota Lama Tangerang. Kegiatan ini merupakan kerjasama antara Perkumpulan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI) Komisariat Daerah Jabodetabek, dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang, Pusat Kajian Tionghoa Benteng, serta Klenteng Boen Tek Bio. Buku yang dibedah dalam kegiatan ini merupakan terbitan IAAI Komda Jabodetabek dalam rangka Hari Purbakala ke-112, yang diperingati pada bulan Juni 2025 lalu di kawasan Kota Lama Tangerang. Buku berjudul Kota Lama Tangerang di 112 Tahun Hari Purbakala tersebut memuat kajian sejarah, arkeologi, serta dinamika sosial budaya Kota Lama Tangerang, sehingga menjadi referensi penting bagi akademisi, pemerintah, dan masyarakat dalam memahami serta mengelola kawasan heritage ini secara berkelanjutan.

Kota Lama Tangerang merupakan salah satu kawasan cagar budaya penting di Provinsi Banten yang menyimpan jejak sejarah peradaban masyarakat Tionghoa Benteng, kolonial, dan masyarakat lokal di sepanjang Sungai Cisadane. Kawasan ini memiliki kekayaan tinggalan arsitektur, situs sejarah, serta tradisi budaya yang berkontribusi besar terhadap pembentukan identitas Kota Tangerang. Oleh karena itu, penguatan pemahaman dan kepedulian masyarakat terhadap kawasan ini menjadi bagian penting dari strategi pelestarian cagar budaya.

Kegiatan bedah buku menghadirkan empat narasumber - dari yang semula direncanakan tujuh narasumber-, yaitu Berthold DH Sinaulan, Dais Darmawan, Sri Trisna Dewi Hartati, dan Dewi Mardiani, dengan moderator Iskandar dari Pusat Kajian Tionghoa Benteng. Sebanyak 36 peserta yang terdiri atas akademisi, mahasiswa, komunitas, dan pemerhati budaya turut hadir dan berpartisipasi aktif dalam diskusi.

Dalam pemaparannya, para narasumber mengulas berbagai aspek penting terkait Kota Lama Tangerang, antara lain sejarah perkembangan kawasan, peran masyarakat Tionghoa Benteng, dinamika arsitektur bangunan bersejarah, keberadaan museum dan koleksi, serta tantangan dan peluang dalam pelestarian cagar budaya. Diskusi ini menegaskan bahwa Kota Lama Tangerang bukan hanya kawasan bersejarah, tetapi juga ruang hidup yang terus berkembang dan perlu dikelola secara adaptif dan berkelanjutan.

Sejumlah pokok pikiran strategis mengemuka dalam forum tersebut. Pertama, perlunya pendataan dan pemutakhiran informasi bangunan cagar budaya secara berkelanjutan sebagai dasar penyusunan kebijakan dan program pelestarian. Kedua, pentingnya penguatan peran serta komunitas lokal dalam menjaga dan merawat kawasan cagar budaya, karena masyarakat setempat merupakan pemangku kepentingan utama dalam pelestarian. Ketiga, perlunya pengembangan potensi wisata berbasis budaya, antara lain melalui pengemasan narasi sejarah, penguatan ekonomi kreatif, serta pengembangan produk budaya seperti batik bermotif khas Tangerang yang terinspirasi dari kapal, sungai, dan simbol-simbol lokal. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik kawasan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Keempat, pendidikan publik dan wisata sejarah dipandang sebagai instrumen penting untuk menumbuhkan kesadaran generasi muda terhadap nilai warisan budaya. Melalui program edukasi yang terintegrasi, kawasan Kota Lama Tangerang dapat menjadi ruang belajar terbuka tentang sejarah dan kebudayaan lokal.

Melalui kegiatan Bedah Buku “Kota Lama Tangerang di 112 Tahun Hari Purbakala” ini, diharapkan terbangun sinergi yang lebih kuat antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam mendukung pelestarian dan pengembangan kawasan cagar budaya Kota Lama Tangerang. Upaya ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya dan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, yang menegaskan bahwa pelestarian warisan budaya merupakan tanggung jawab bersama untuk generasi masa kini dan masa depan. (STD)

TAGS: ##museum #arkeologi #iaai #komdajabodetabek #haripurbakala #112 #bedahbuku #kotalama #tangerang