What's On J
86 Pembaca

Benda Filateli 50 Tahun IAAI Edisi Cetakan Terbatas

Berthold DH Sinaulan
Jabodetabek
06 February 2026

Di kalangan kolektor benda-benda kenangan (memorabilia), ada yang menyukai mengoleksi benda filateli (prangko dan benda-benda pos lainnya). Kolektornya yang disebut filatelis, jumlahnya sangat banyak di seluruh dunia, yang mulai ada sejak prangko pertama diterbitkan di dunia pada 6 Mei 1840, yaitu prangko bergambar wajah Ratu Victoria, yang saat ini menjadi penguasa Kerajaan Inggris Raya.

Demikian banyaknya filatelis, sampai-sampai pernah ada ungkapan filateli atau hobi mengoleksi prangko adalah “king of hobbies and hobby of kings” (raja dari segala hobi, dan hobi para raja). Filateli atau hobi mengoleksi prangko dan benda pos lainnya dianggap sebagai rajanya hobi, karena penggemarnya sampai puluhan dan bahkan ratusan juta di seluruh dunia. Disebut pula sebagai hobinya para raja, karena sejak awal prangko hadir banyak kepala negara yang umumnya raja dan ratu ikut pula mengoleksi prangko. Di antara yang paling terkenal adalah Ratu Elizabeth II dari Inggris yang akhirnya melahirkan lembaga Royal Philatelic Society (RPS), suatu organisasi filateli yang mengelola koleksi benda filateli milik keluarga Kerajaan Inggris.

Sedangkan di Amerika Serikat, umumnya presiden dari negara itu juga menggemari filateli. Namun, yang paling “getol” adalah Presiden Franklin Delano Roosevelt, yang mempunyai banyak sekali album prangko ditata rapi dalam perpustakaannya.

Kini, menyambut 50 Tahun Perkumpulan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI) diterbitkan pula benda filateli berupa Sampul Peringatan (SP) dalam edisi cetakan terbatas oleh PT Pos Indonesia. Hanya dicetak sebanyak 100 lembar, SP berupa amplop surat dengan prangko khusus 50 tahun IAAI itu didesain oleh Yoki Rendra P,, Anggota IAAI Komda jabodetabek, dan dilengkapi dengan logo 50 Tahun IAAI yang dikerjakan oleh Tim Desain IAAI Pusat. Penerbitan SP tersebut digagas dan dipersembahkan oleh IAAI Komda Jabodetabek periode 2025-2028.

Desainnya menggambarkan Museum Sejarah Jakarta, salah satu bangunan cagar budaya ikonik dari Jakarta, dengan semburat matahari baru merekah, menandakan fajar menyingsing di usianya ke-50, yang diharapkan akan menjadikan IAAI makin berkembang untuk 50 tahun ke depan, dan seterusnya.

Penerbitan SP yang dicetak sangat terbatas itu, dijual dengan harga hanya Rp 30.000 untuk anggota IAAI dan Rp 40.000 untuk umum. Hasil penjualan SP sepenuhnya masuk ke dalam kas IAAI. Peminat dapat menghubungi Pengurus IAAI Komda Jabodetabek melalui kontak di situs web ini. (BDHS)

TAGS: #arkeologi #iaai #50tahunIAAI #GoldenYears #sampulperingatan #jabodetabek