What's On J
133 Pembaca

Bincang-bincang Kesehatan Jantung dengan Dr. Marulam Panggabean, SpPD, KKV, SpJP

Nora Oya E. Widya
Jakarta, Indonesia
10 February 2026

Bincang-bincang Kesehatan khususnya mengenai penyakit jantung telah dilaksanakan oleh IAAI Komda Jabodetabek sebagai rangkaian perayaan Ulang Tahun IAAI ke-50 pada Sabtu 7 Februari 2026 bertempat di Kantor BRIN Pejaten. Penyakit jantung diambil sebagai topik bahasan mengingat banyaknya kabar atau berita di masyarakat mengenai seseorang meninggal mendadak yang tidak lain disebabkan oleh serangan jantung.

Acara dimulai pukul 10.00 WIB dengan diawali menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan pembacaan doa. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Pusat Riset Arkeologi Prasejarah dan Sejarah BRIN, DR Irfan Mahmud yang menyambut baik gagasan bincang-bincang Kesehatan Jantung ini dan berharap dapat dilanjutkan dengan program IAAI lainnya.  Diikuti sambutan dari Ketua IAAI Komda Jabodetabek, Berthold DH Sinaulan yang mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang bisa hadir, khususnya kepada narasumber yang bersedia berbagi pengetahuan terkait Kesehatan jantung. Narasumber untuk Bincang-bincang Kesehatan Jantung ini adalah Dr. Marulam Panggabean SpPD, KKV, SpJP, seorang Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah yang berpraktik di beberapa rumah sakit besar di Jakarta. Bertindak sebagai moderator dalam Bincang-bincang adalah Nora Ekawani dari IAAI Komda Jabodetabek.

Pemaparan dibuka dengan pembahasan bermacam jenis penyakit jantung yang sudah cukup dikenal umum seperti jantung koroner, jantung rematik, jantung hipertensi, jantung bawaan dan lain sebagainya. Berdasarkan penelitian terdapat lebih dari 46% penderita penyakit jantung di Indonesia adalah penyakit jantung koroner. Selanjutnya dijelaskan dengan rinci mengenai proses serangan jantung dan bagaimana bisa terjadi penyempitan pada pembuluh darah. Faktor resiko seperti hipertensi, genetik, hiperkolesterolemia, diabetes militus, rokok dan usia juga turut berperan menjadi penyumbang deretan penderita penyakit jantung.

Bagi para penderita jantung kata-kata pemasangan ring dan bypass tentu bukan hal baru. Perbedaan pemasangan ring dan bypass pada penderita jantung juga dijelaskan dengan gamblang oleh Dr. Marulam. Pada penderita mana yang harus dilakukan pemasangan ring dan penderita mana yang harus dilakukan bypass. Hal penting yang juga dipaparkan Dr. Marulam adalah mengenai ciri dan gejala penderita jantung yang perlu diwaspadai dan dicermati seperti misalnya nyeri di dada, rasa seperti tertekan, atau pusing, sesak nafas, berdebar-debar, pingsan tiba-tiba dan rasa letih yang terus menerus, sehingga diharapkan para arkeolog dan masyarakat yang merasa mempunyai gejala-gejala tersebut tidak perlu menunda-nunda pemeriksaan, demi menjaga kesehatan diri.

Pada sesi tanya jawab banyak pertanyaan dilontarkan para peserta yang sebagian besar adalah anggota Perkumpulan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI) Komda Jabodetabek. Semua pertanyaan dijawab Dr Marulam dengan lugas dan sesekali diselingi canda sehingga merubah suasana dari yang begitu serius menjadi lebih cair dan hangat. Terlebih karena pada akhir bincang-bincang juga dihadirkan seorang dokter muda, ahli imunologi dan peneliti genomic, yang juga seorang dosen dari FKUI. Dia juga merupakan putra dari Dr Marulam, yaitu Dr. Ariel Pradipta, M.Res, PhD. Pertanyaan pesertapun terus mengalir dan berkembang dan terus dijawab sesuai keahlian dokter Ariel.

Acara bincang-bincang ditutup dengan penyerahan Plakat IAAI Komda Jabodetabek oleh Berthold DH Sinaulan, Ketua Komda Jabodetabek kepada Kepala Pusat Riset Arkeologi Prasejarah dan Sejarah BRIN, DR Irfan Mahmud, narasumber Dr. Marulam Panggabean, dan moderator, Nora Ekawani. Foto bersama seluruh peserta menandai akhir dari acara bincang-bincang kesehatan, dan ditutup dengan  ramah tamah serta makan siang bersama. (NEW)

TAGS: #iaaijabodetabek #brin #arkeologi #bincangkesehatan #50tahuniaai #drmarulam #pusatrisetarkeologiprasejarahdansejarah #