Arkeologi Islam merupakan
babak penting dalam historiografi Indonesia, dan nama Hasan Muarif Ambary menorehkan
tinta pengetahuan yang tidak lekang, yang membuatnya ditahbiskan sebagai pelopor
Arkeologi Islam Indonesia.
Laki-laki yang lahir di
Kuningan pada 13 Mei 1939 ini memiliki riwayat pendidikan sepadan dan
konsisten. Menyelesaikan S1 di Fakultas Sastra Jurusan Arkeologi Universitas
Indonesia, tahun 1967, kemudian mendapatkan gelar Master dalam bidang yang sama
di Ecole Des Hautes Etude en Science Sociales (EHESS), Paris, Perancis, pada tahun 1983.
Di EHESS pula, tahun 1984, dia meraih gelar Doctor, dengan disertasi berjudul Art
Funeraire Musulmun en Indonesie des Origines au XIX eme Siecle; Etude Epigraphique
et Typologique.
Ambary adalah sosok yang
berhasil menggabungkan antara kerja intelektual, pengembangan institusi, dan
akademik. Karya monumentalnya “Menemukan Peradaban: Arkeologi dan Islam di
Indonesia” menjadi fondasi studi Arkeologi Islam. Ia menyajikan bagaimana
arkeologi Islam tidak hanya berfungsi untuk “mencari artefak”, tetapi untuk
menafsirkan peradaban yang memuat sistem nilai, kepercayaan, dan lokalitas
masyarakat Muslim awal di Indonesia. Dalam studi ini, Ambary menjadi titik
referensi kunci untuk menafsirkan data, terutama yang terkait dengan lansekap
makam, epigrafi dan maknanya, dan menghubungkannya dengan pertanyaan yang lebih
luas tentang penemuan budaya, otoritas dan memori. Ia juga memiliki peran
sentral dalam mengarahkan ekosistem penelitian arkeologi dengan memimpin Pusat
Penelitian Arkeologi Nasional masa jabatan 1987 sd 1999. Dalam dunia akademik, kepakaran
Ambary mengantarnya menjadi Dosen Luar Biasa pada Fakultas Adab, UIN Syarif
Hidayatullah, Universitas Indonesia (Jakarta) dan Universitas Gajah Mada
(Yogyakarta).
Tahun 2006, Hasan Muarif
Ambary meninggal dunia. Namun, dia memberikan warisan pengetahuan abadi, yang
sampai saat ini menjadi landasan diskursus narasi sejarah Islam dan bukti-buktinya.
Berikut beberapa daftar
karya Hasan Muarif Ambary:
1. L'art funéraire
musulman en Indonésie des origines au 19e siècle : étude épigraphique et
typologique. École des Hautes Études en Sciences Sociales. Disertasi. École des
Hautes Études en Sciences Sociales, 1984
2. Unsur Tradisi Pra
Islam Pada Sistem Pemakaman Islam di Indonesia. Pertemuan Ilmiah Arkeologi IV.
Jakarta: Depdikbud, 1986
3. Makam-makam
kesultanan dan parawali, penyebar Islam di Pulau Jawa. Jakarta: Pusat
Penelitian Arkeologi Nasional, 1991
4. Makam-makam Islam di
Aceh. Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, Departemen Pendidikan dan
Kebudayaan, 1996
5. Kaligrafi Islam di
Indonesia: Telaah dari data arkeologi Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi
Nasional, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1997
6. Menemukan peradaban: arkeologi dan Islam di
Indonesia. Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, 1998.
Selain
beberapa hasil penelitian seperti A Preliminary Report of the Excavation on
the Urban Sites in Banten (West Java), Bulletin of Research Centre for
Archaeology of Indonesia, No. 11 Jakarta, P4N 1977 dan Catalogue of
Sites, Monuments and Artifacts of Banten, Jakarta tahun 1988, yang ditulis
bersama Halwany Michrob dan John N Miksic. (ZT)