What's On J
175 Pembaca

Berita Duka

Dewi Mardiani
Depok
12 March 2026

Informasi duka mewarnai grup-grup WhatsApp di kalangan arkeologi, pada Jumat, 6 Maret 2026 dini hari. Saat itu, sebagian besar anggota grup percakapan tengah mempersiapkan diri bersantap sahur. Berita duka tersebut menginformasikan salah seorang anggota Perkumpulan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI) Komda Jabodetabek, RR Nanny Harnani binti Syarief Abdurachman (Nomor Anggota 19890232) telah wafat.

Almarhumah berpulang setelah beberapa tahun menderita sakit. Ibu dari Saras Anindya dan Ramadhan Nurahman ini wafat pada Kamis, 5 Maret, pukul 23.30 WIB. Menurut informasi dari menantu almarhumah, Nico Alamsyah, ibu mertuanya wafat di kediaman, di Perumahan Puri Depok Mas Blok D Nomor 6, Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat.

Nanny mulai mengenal dan belajar mengenai arkeologi sejak kuliah di Universitas Indonesia (UI). Hanya, pertama kali kuliah, beliau mengambil jurusan Antropologi pada tahun 1979. Setahun kemudian, dia pindah jurusan ke Arkeologi.

Sekilas informasi bahwa pada tahun itu, Jurusan Antropologi dan Arkeologi berada dalam satu naungan di Fakultas Sastra UI (FSUI). Baru pada tahun 1980-an Antropologi ditarik masuk ke salah satu jurusan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP UI).

 Menurut Djulianto (Arkeologi 1979), di masa itu banyak terjadi dan sering dilakukan para mahasiswa yang berpindah jurusan. “Biasanya ada penawaran untuk pindah dan di masa itu ganti jurusan sangat lumrah dilakukan,” cerita penulis yang sering disapa Dju.

Ilmu arkeologi dan antropologi bisa dibilang ‘beda tipis’ untuk kajiannya. Mungkin hal ini yang membuat Nanny hijrah ke ilmu arkeologi. Dalam perkembangannya, bidang tersebut justru menjadi dasar baginya untuk memilih tempat bekerja. Setelah lulus kuliah, pekerjaan yang dipilihnya adalah di lembaga yang ada kaitannya dengan arkeologi.  Pada tahun 1988, Nanny diterima sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Puslit Arkenas), sebelum bergabung dalam Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

“Masuknya bareng sama saya, pensiunnya pun di tahun yang sama dengan saya,” ujar Bendahara IAAI Komda Jabodetabek, Vita Mattori, saat dihubungi, Selasa, 10 Maret 2026 sore. Menurut Vita, saat penerimaan PNS di Puslit Arkenas, Nanny yang mengambil pendalaman bidang arkeologi klasik, ditempatkan di bagian kesekretariatan. Berikutnya, lanjut dia, istri dari Siswoyo Adi (Arkeologi UI 1979) ini pindah ke bagian keuangan Puslit Arkenas, sampai pensiun pada tahun 2018. “Orangnya baik dan ramah. Setahu saya, selama di Puslit, beliau itu rajin ikut senam dan acara-acara yang diadakan Puslit”.

Bekerja di Puslit Arkenas rupanya memancing minat putri sulungnya, Saras, untuk ikut bergabung di lembaga penelitian tersebut. Di tempat itulah, Saras berkenalan dengan Nico yang juga lulusan Arkeologi UI. Dia kemudian menjadi menantu Nanny pada April 2019.

Wafatnya Nanny meninggalkan duka bagi keluarga, juga rekan-rekannya di dunia arkeologi dan Puslit Arkenas. Dalam komunikasi melalui hubungan telepon, suami almarhumah, Siswoyo atau akrab disapa Ciwo, menyampaikan permohonan agar rekan-rekannya mendoakan kepergian Nanny. “Maafkan juga segala kesalahannya, ya” lanjut dia.

Doa-doa terbaik mengantarkan jenazah almarhumah ke tempat peristirahatan terakhirnya di Bogor, Jawa Barat, pada Jumat, 6 Maret 2026 siang. “Kami memutuskan untuk memakamkannya di TPU Dreded, Bogor, setelah Shalat Jumat” kata Ciwo. 

Semoga almarhumah kembali ke haribaan Allah SWT dalam keadaan husnul khatimah dan beristirahat dengan tenang. Untuk keluarga yang ditinggalkan, semoga mendapatkan berkah kekuatan dan keikhlasan. Aamiiin. (DM) 

  

 

 

 

TAGS: #arkeologi #iaai #komdajabodetabek #beritaduka #BRIN