Direktur Bina Sumber Daya Manusia (SDM),
Lembaga, dan Pranata Kebudayaan, Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan,
dan Pembinaan Kebudayaan (PPPK), Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) RI, Syukur
Asih Suprodjo, SS, MAP, membuka secara resmi kegiatan Bimbingan Teknis
Pendeskripsian Relief Candi Borobudur pada Kamis (21/5) pagi.
Acara yang diadakan selama dua hari (21 dan 22
Mei 2026) di Kawasan Sains RP Soejono, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)
Pejaten, Jakarta Selatan itu,
diselenggarakan oleh Perkumpulan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI) Komda
Jabodetabek bekerja sama dengan Direktorat Bina SDM, Pranata, dan Lembaga
Kebudayaan, Ditjen PPPK, Kemenbud RI. Acara tersebut juga didukung dan
difasilitasi oleh BRIN.
Sebanyak 16 mahasiswa Program Studi Arkeologi,
Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia dan 5 anggota IAAI ikut
dalam kegiatan tersebut. Sementara narasumbernya adalah Dr. Junus Satrio
Atmodjo, M.Hum, Eadhiey Laksito H, SS, Dra. Sukawati Susetyo, M.Hum, dan
Yusmaini Eriawaty, SS, M.Hum.
Bimbingan teknis tersebut, seperti disampaikan
Ketua IAAI Komda Jabodetabek, Berthold DH Sinaulan, SS, merupakan bagian dari
kegiatan “Documentation Borobudur for the Next Millenium”. Suatu usaha
pendokumentasian kembali relief dan semua sisi Candi Borobudur, untuk
membandingkan dengan hasil dokumentasi yang telah dimuat di monografi lima
jilid tentang Candi Borobudur karya NJ Krom yang diterbitkan pada 1927. Kini setelah 100 tahun,
bagaimanakah perubahan yang terjadi dilihat dari foto dan ilustrasi pada buku
Krom itu dengan foto-foto yang akan didokumentasikan sekarang.
Selain didokumentasikan, relief-relief yang ada
akan dideskripsikan lebih terinci, dibandingkan dengan deskripsi relief yang
termuat dalam buku Krom itu.
Sementarq itu, Pelaksana Harian Pusat Riset
Sejarah dan Prasejarah, Organisasi Arkeologi, Bahasa, dan Sastra, BRIN,
Agustianto Indradjaja, SS, M.Hum, juga menyambut baik kegiatan yang sejalan
dengan aktivitas BRIN itu.
Hadir pula pada acara pembukaan Bimbingan Teknis
tersebut, Ketua Program Studi Arkeologi FIB-UI, Dr. Ghilam Asillimi, M.Hum,
serta perwakilan dari KITLV dan dari Google Art & Culture.