Kata Ketua
119 Pembaca

Ajakan Menulis dan Membayar Iuran IAAI

Berthold DH Sinaulan
Jabodetabek
01 July 2026

Sebulan lalu, dalam rubrik yang sama kami menuliskan tentang rencana peringatan Hari Purbakala ke-113. Meskipun dalam situasi dan kondisi terbatas, kami merasa bersyukur dapat menyelenggarakan peringatan itu. Didukung oleh Direktorat Warisan Budaya, Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) RI, IAAI Komda Jabodetabek berhasil menyelenggarakan acara seminar “Menilik Tarumanagara”.

Acara yang diadakan di Gedung Kementerian Kebudayaan RI pada Rabu, 17 Juni 2026 itu, menampilkan dua narasumber. Masing-masing adalah Chaidir Ashari, seorang arkeolog dan akademisi dari Universitas Indonesia, serta Retno Raswaty, Kepala Badan Pelestarian Kebudayaan Provinsi Jawa Barat. Bertindak sebagai moderator adalah Desse Yussubrasta, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta. Ketiganya adalah anggota IAAI Komda Jabodetabek. Sebelum seminar dimulai, Ketua Umum IAAI, Marsis Sutopo, ikut pula memberikan sambutan.

Seminar tersebut dihadiri juga oleh sejumlah tokoh arkeologi, termasuk empat mantan Ketua IAAI Komda Jabodetabek, Nies Anggraeni, Titi Surti Nastiti, Dedah Rufaedah, dan Chitraria LKNP. Sementara tokoh-tokoh arkeologi yang hadir termasuk Prof. Dr. Noerhadi Magetsari, dan lain-lain.

Acara itu berlangsung dengan baik. Di akhir acara, dikemukakan pula rencana untuk mengadakan kunjungan situs ke lokasi sejumlah prasasti dari Kerajaan Tarumanagara tersebut yang terletak di Kabupaten Bogor. Rencana kunjungan itu sampai saat ini masih dalam persiapan.

Masih di bulan Juni kemarin, kami mengikuti pula rapat antara Pengurus Pusat IAAI yang dipimpin langsung ketuanya, Marsis Sutopo, dan sekretaris jenderal, Sektiadi, dengan Komisariat Daerah (Komda) IAAI. Kali ini, rapat tersebut berlangsung antara Pengurus Pusat IAAI dengan IAAI Komda Sumut-Aceh, Komda Jabodetabek, dan Komda DIY-Jateng. Hanya tiga Komda yang hadir, karena hanya tiga Komda itulah yang mengajukan usulan untuk anggota baru.

Sejak beberapa tahun lalu, IAAI memang mulai berbenah diri. Pencalonan anggota baru, tidak sekadar dengan menerima formulir dan mengesahkannya. Namun, juga melalui mekanisme pembahasan secara terbuka. Kali ini. Komda Sumut-Aceh mengusulkan satu calon anggota baru, Jabodetabek mengusulkan 6 calon anggota baru, dan DIY-Jateng mengusulkan 11 calon anggota baru. Setelah melalui pembahasan rapat, keseluruhan calon anggota itu diterima dan akan dibuatkan Surat Keputusan serta pemberian nomor anggota.

Terkait dengan anggota IAAI, dalam rapat itu terungkap pula bahwa sampai tahun ini yang telah melunasi iuran baru sekitar 400 orang dari sekitar 1.000 lebih anggota IAAI yang terdaftar. Tampaknya kita perlu diingatkan kembali bahwa iuran adalah salah satu kewajiban anggota suatu organisasi. Pelaksanaan acara-acara IAAI, seperti peringatan Hari Purbakala ke-113 yang lalu, tentu memerlukan biaya. Selain dukungan dari pihak Pemerintah, IAAI sudah sepatutnya berusaha pula memenuhi kebutuhannya sendiri. Salah satunya dari iuran para anggota.

Iuran tersebut juga digunakan untuk biaya pengelolaan situs web IAAI Komda Jabodetabek yang beralamat di https://iaaijabodetabek.org/home/. Situs web tersebut merupakan bagian dari upaya semakin mempublikasikan aktivitas arkeologi agar lebih dikenal luas. Kami juga mengundang seluruh anggota untuk memperbaharui data keanggotaannya, sekaligus mengajak juga teman-teman untuk menulis di situs web tersebut. Tersedia apresiasi bagi yang telah minimal tiga kali menulis di situs web itu.

Jadi, mari menulis dan juga mari membayar iuran keanggotaan IAAI. 


Berthold DH Sinaulan

Ketua IAAI Komda Jabodetabek


 



 

TAGS: #ahliarkeologi #iaaijabodetabek #HariPurbakalake113 #Kebudayaan #kataketua