Tahun
2025 baru saja berlalu. Banyak peristiwa yang menjadi kenangan bagi setiap
kita. Ada kenangan manis, ada juga yang pahit, dan beragam rasa kenangan
lainnya. Biar bagaimana pun, tentu rasa syukur perlu kita panjatkan, telah melalui
2025 dan kini memasuki 2026.
Bagi
IAAI Komda Jabodetabek, tahun lalu merupakan awal dari kepengurusan periode
2025-2028. Pada Kongres IAAI yang berlangsung di Yogyakarta dari 3 sampai 5
Februari 2025, saya terpilih sebagai Ketua Komda Jabodetabek. Selanjutnya,
ketua terpilih menyusun kepengurusan, yang kemudian disahkan dengan Keputusan
Ketua Umum IAAI Nomor 005/IAAI/SK/III-2025 tentang Pembentukan Pengurus
Perkumpulan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI) Komisariat Daerah Jakarta, Bogor,
Depok, Tangerang, Bekasi periode 2025-2028.
Dalam
keputusan yang ditetapkan di Yogyakarta pada 18 Maret 2025 dan ditandatangani
oleh Ketua Umum IAAI, Drs. Marsis Sutopo, M.Si, dan Sekretaris Jenderal IAAI,
Sektiadi, SS, M.Hum itu, antara lain disebutkan bahwa, “Keputusan ini berlaku
sejak tanggal ditetapkan dan berakhir sampai dengan bulan Februari 2028.” Maka,
sejak saat itulah, Pengurus IAAI Komda Jabodetabek mulai bergerak.
Sepanjang
kurun 2025, sejumlah kegiatan telah dilaksanakan. Kegiatan-kegiatan tersebut
adalah:
a. Peringatan Hari Purbakala ke-112 yang
dilaksanakan dengan seminar dan kunjungan situs Kota Lama Tangerang pada 21
Juni 2025. Acara terselenggara berkat dukungan Direktorat Jenderal Pelindungan
Kebudayaan dan Tradisi (Ditjen PKT) pada Kementerian Kebudayaan RI, Dinas
Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tangerang, serta Museum Benteng
Heritage. Pada kegiatan tersebut, Direktur Jenderal PKT, Dr. Restu Gunawan,
M.Hum, menjadi pembicara kunci. Sementara sambutan lainnya disampaikan oleh
Ketua Umum IAAI. Sementara bertindak sebagai narasumber adalah Kepala Disbudpar
Tangerang, Boyke Urif Hermawan, yang selanjutnya dibantu oleh stafnya, Dais
Muhammad, lalu Udaya Halim, R. Widiati, dan Mush’ab Abdu Asy Syahid.
b. Melanjutkan acara di Kota Lama
Tangerang tersebut, IAAI Komda Jabodetabek menerbitkan buku berjudul Kota Lama Tangerang di 112 Tahun Hari Purbakala.
Buku yang isinya ditulis sepuluh orang, terdiri dari 8 anggota IAAI dan 2
wartawan itu, diterbitkan dengan ISBN 978-623-8000-54-8.
c. Kemudian, bekerja sama dengan Perpustakaan
Pusat Kajian Tionghoa Benteng diadakan Bedah Buku Kota Lama Tangerang di 112
Tahun Hari Purbakala. Bedah buku tersebut dilaksanakan pada 8 November 2025
di ruang perpustakaan yang terletak dalam komplek Kelenteng Boen Tek Bio, yang
juga menjadi salah satu kajian yang ditulis dalam buku tersebut.
d.
Kegiatan berikutnya adalah Lokakarya
Identifikasi Keramik yang dilaksanakan secara daring pada 14 November dan
luring pada 15-16 November 2025 di Museum Bahari Jakarta. Acara yang
terselenggara berkat dukungan Ditjen PKT dan Museum Bahari, menampilkan
narasumber para anggota IAAI Komda Jabodetabek, Dr. Junus Satrio Atmodjo, R.
Widiati, M.Hum, Yusmaini Eriawati, M.Hum.
e.
Setelah itu, IAAI Komda Jabodetabek
menyelenggarakan Workshop Interpretasi Cagar Budaya di Museum Kebangkitan
Nasional Jakarta pada 19 sampai 22 November 2025. Kegiatan ini terselenggara
berkat dukungan Direktorat Pembinaan SDM, Lembaga, dan Pranata Kebudayaan,
Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, serta
Museum dan Cagar Budaya. Keduanya adalah instansi di lingkungan Kementerian
Kebudayaan RI. Asosiasi Interpretasi Indonesia atau Interp.ID bertindak sebagai
penyusun materi dan narasumber untuk workshop selama 4 hari yang setara dengan
32 jam Pelajaran. Melihat antusias peserta, tidak diragukan lagi Tim Interp.ID memang
berpengalaman melaksanakan interpretasi dan kajian tentang cagar budaya.
f.
Setelah itu, diselenggarakan pula
kegiatan Sosialisasi Arkeologi dan Cagar Budaya untuk siswa SMA yang
pelaksanaannya dilakukan di dua tempat, yaitu di SMA Negeri 1 Bogor pada 25
November 2025, dan di SMA I PSKD Jakarta pada 26 November 2025. Bertindak
sebagai narasumber adalah para anggota IAAI Komda Jabodetabek, yaitu Dr. Kresno
Yulianto, M.Hum, Sdr. Judi Wahjudin, dan Sdr. Husnison Nizar, Sdr. Dedah R Sri
Handari, Dr. Junus Satrio Atmodjo, dan Sdr Norviadi Setio Husodo.
Bila
disimak, cukup banyak kegiatan yang telah dilaksanakan sepanjang 2025. Walaupun
demikian harus diakui, sebagian besar kegiatan tersebut digelar secara
“berhimpitan” pada November 2025. Hal ini menjadi catatan tersendiri bagi kami,
agar pada 2026 ini dan selanjutnya, kegiatan dapat dilaksanakan dengan jumlah
yang tetap banyak, tetapi tidak hampir berbarengan. Kami berharap setidaknya di
awal tahun ini, sudah mulai dilaksanakan kegiatan.
Saat
ini, melanjutkan program yang sudah disampaikan tahun lalu, sebenarnya ada
upaya untuk membuat situs web dan membuat akun-akun media sosial bagi IAAI
Komda Jabodetabek. Kegiatan ini sudah mendapat dukungan anggaran dari Direktorat
Pengembangan Budaya Digital, Kementerian Kebudayaan RI dan saat ini masih dalam
proses penyiapan. Di masa kini yang pesat dengan perkembangan ilmu pengetahuan
dan teknologi dan disebut-sebut juga sebagai “era digitalisasi”, kami menyadari
bahwa IAAI harus juga berbenah diri dan mengikuti tren era digitalisasi ini.
Salah satu tujuannya, menjangkau lebih banyak kalangan masyarakat luas dan
khususnya generasi muda, agar mereka semakin memahami “dunia arkeologi” dan
memberikan apresiasi dengan salah satunya adalah ikut serta membantu pelestarian
tinggalan arkeologi yang ada.
Tahun
ini, IAAI akan memasuki usianya ke-50. Seperti diketahui, organisasi profesi di
bidang arkeologi ini didirikan di Wisma Anggraini, Cibulan, Bogor, Jawa Barat,
pada 4 Februari 1976. Memasuki usianya yang setengah abad atau dalam Bahasa
Inggris disebut sebagai Golden Anniversary, IAAI memang sudah tergolong
dewasa. Bahkan setengah becanda pernah pula diungkapkan, “IAAI sudah pantas
menjadi cagar budaya, karena sudah berusia 50 tahun dan bernilai penting bagi
masyarakat.”
Bagi
kami, usia ke-50 IAAI ini memang perlu diperingati. Ada beberapa rencana yang
sedang dimatangkan, di antaranya penerbitan buku sejarah IAAI Komda Jabodetabek
– yang awalnya bernama Komda Jakarta-Jawa Barat – selama 50 tahun ini. Juga
direncanakan sejumlah kegiatan lain, termasuk seminar dan sejenisnya. Ada juga yang
berharap agar seminar tersebut dapat sekaligus menjadi Diskusi Ilmiah Arkeologi
(DIA), program rutin yang sedapat mungkin dilaksanakan di setiap kepengurusan
IAAI Komda. Di samping tentu saja, kegiatan-kegiatan berupa workshop
(lokakarya) dan kunjungan lapangan ke situs arkeologi yang juga menjadi rencana
kami.
Untuk
itu semua, saya mengajak seluruh anggota IAAI Komda Jabodetabek agar bersedia
mendukung serta ikut serta mewujudkan berbagai rencana tadi. Selamat Tahun Baru
2026, tetap bersemangat untuk memajukan arkeologi Indonesia, yang pada
gilirannya tentu saja untuk kemajuan dan kejayaan bangsa dan negara yang kita
cintai bersama.
Berthold
Sinaulan
Ketua
IAAI Komda Jabodetabek