Kata Ketua
150 Pembaca

Catatan Awal Tahun

Berthold DH Sinaulan
Jakarta
05 January 2026

Tahun 2025 baru saja berlalu. Banyak peristiwa yang menjadi kenangan bagi setiap kita. Ada kenangan manis, ada juga yang pahit, dan beragam rasa kenangan lainnya. Biar bagaimana pun, tentu rasa syukur perlu kita panjatkan, telah melalui 2025 dan kini memasuki 2026.

Bagi IAAI Komda Jabodetabek, tahun lalu merupakan awal dari kepengurusan periode 2025-2028. Pada Kongres IAAI yang berlangsung di Yogyakarta dari 3 sampai 5 Februari 2025, saya terpilih sebagai Ketua Komda Jabodetabek. Selanjutnya, ketua terpilih menyusun kepengurusan, yang kemudian disahkan dengan Keputusan Ketua Umum IAAI Nomor 005/IAAI/SK/III-2025 tentang Pembentukan Pengurus Perkumpulan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI) Komisariat Daerah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi periode 2025-2028.

Dalam keputusan yang ditetapkan di Yogyakarta pada 18 Maret 2025 dan ditandatangani oleh Ketua Umum IAAI, Drs. Marsis Sutopo, M.Si, dan Sekretaris Jenderal IAAI, Sektiadi, SS, M.Hum itu, antara lain disebutkan bahwa, “Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan berakhir sampai dengan bulan Februari 2028.” Maka, sejak saat itulah, Pengurus IAAI Komda Jabodetabek mulai bergerak.

Sepanjang kurun 2025, sejumlah kegiatan telah dilaksanakan. Kegiatan-kegiatan tersebut adalah:

a. Peringatan Hari Purbakala ke-112 yang dilaksanakan dengan seminar dan kunjungan situs Kota Lama Tangerang pada 21 Juni 2025. Acara terselenggara berkat dukungan Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi (Ditjen PKT) pada Kementerian Kebudayaan RI, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tangerang, serta Museum Benteng Heritage. Pada kegiatan tersebut, Direktur Jenderal PKT, Dr. Restu Gunawan, M.Hum, menjadi pembicara kunci. Sementara sambutan lainnya disampaikan oleh Ketua Umum IAAI. Sementara bertindak sebagai narasumber adalah Kepala Disbudpar Tangerang, Boyke Urif Hermawan, yang selanjutnya dibantu oleh stafnya, Dais Muhammad, lalu Udaya Halim, R. Widiati, dan Mush’ab Abdu Asy Syahid.

b. Melanjutkan acara di Kota Lama Tangerang tersebut, IAAI Komda Jabodetabek menerbitkan buku berjudul Kota Lama Tangerang di 112 Tahun Hari Purbakala. Buku yang isinya ditulis sepuluh orang, terdiri dari 8 anggota IAAI dan 2 wartawan itu, diterbitkan dengan ISBN 978-623-8000-54-8.

c. Kemudian, bekerja sama dengan Perpustakaan Pusat Kajian Tionghoa Benteng diadakan Bedah Buku Kota Lama Tangerang di 112 Tahun Hari Purbakala. Bedah buku tersebut dilaksanakan pada 8 November 2025 di ruang perpustakaan yang terletak dalam komplek Kelenteng Boen Tek Bio, yang juga menjadi salah satu kajian yang ditulis dalam buku tersebut.

d.    Kegiatan berikutnya adalah Lokakarya Identifikasi Keramik yang dilaksanakan secara daring pada 14 November dan luring pada 15-16 November 2025 di Museum Bahari Jakarta. Acara yang terselenggara berkat dukungan Ditjen PKT dan Museum Bahari, menampilkan narasumber para anggota IAAI Komda Jabodetabek, Dr. Junus Satrio Atmodjo, R. Widiati, M.Hum, Yusmaini Eriawati, M.Hum.

e.    Setelah itu, IAAI Komda Jabodetabek menyelenggarakan Workshop Interpretasi Cagar Budaya di Museum Kebangkitan Nasional Jakarta pada 19 sampai 22 November 2025. Kegiatan ini terselenggara berkat dukungan Direktorat Pembinaan SDM, Lembaga, dan Pranata Kebudayaan, Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, serta Museum dan Cagar Budaya. Keduanya adalah instansi di lingkungan Kementerian Kebudayaan RI. Asosiasi Interpretasi Indonesia atau Interp.ID bertindak sebagai penyusun materi dan narasumber untuk workshop selama 4 hari yang setara dengan 32 jam Pelajaran. Melihat antusias peserta, tidak diragukan lagi Tim Interp.ID memang berpengalaman melaksanakan interpretasi dan kajian tentang cagar budaya.

f.     Setelah itu, diselenggarakan pula kegiatan Sosialisasi Arkeologi dan Cagar Budaya untuk siswa SMA yang pelaksanaannya dilakukan di dua tempat, yaitu di SMA Negeri 1 Bogor pada 25 November 2025, dan di SMA I PSKD Jakarta pada 26 November 2025. Bertindak sebagai narasumber adalah para anggota IAAI Komda Jabodetabek, yaitu Dr. Kresno Yulianto, M.Hum, Sdr. Judi Wahjudin, dan Sdr. Husnison Nizar, Sdr. Dedah R Sri Handari, Dr. Junus Satrio Atmodjo, dan Sdr Norviadi Setio Husodo.

Bila disimak, cukup banyak kegiatan yang telah dilaksanakan sepanjang 2025. Walaupun demikian harus diakui, sebagian besar kegiatan tersebut digelar secara “berhimpitan” pada November 2025. Hal ini menjadi catatan tersendiri bagi kami, agar pada 2026 ini dan selanjutnya, kegiatan dapat dilaksanakan dengan jumlah yang tetap banyak, tetapi tidak hampir berbarengan. Kami berharap setidaknya di awal tahun ini, sudah mulai dilaksanakan kegiatan.

Saat ini, melanjutkan program yang sudah disampaikan tahun lalu, sebenarnya ada upaya untuk membuat situs web dan membuat akun-akun media sosial bagi IAAI Komda Jabodetabek. Kegiatan ini sudah mendapat dukungan anggaran dari Direktorat Pengembangan Budaya Digital, Kementerian Kebudayaan RI dan saat ini masih dalam proses penyiapan. Di masa kini yang pesat dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dan disebut-sebut juga sebagai “era digitalisasi”, kami menyadari bahwa IAAI harus juga berbenah diri dan mengikuti tren era digitalisasi ini. Salah satu tujuannya, menjangkau lebih banyak kalangan masyarakat luas dan khususnya generasi muda, agar mereka semakin memahami “dunia arkeologi” dan memberikan apresiasi dengan salah satunya adalah ikut serta membantu pelestarian tinggalan arkeologi yang ada.

Tahun ini, IAAI akan memasuki usianya ke-50. Seperti diketahui, organisasi profesi di bidang arkeologi ini didirikan di Wisma Anggraini, Cibulan, Bogor, Jawa Barat, pada 4 Februari 1976. Memasuki usianya yang setengah abad atau dalam Bahasa Inggris disebut sebagai Golden Anniversary, IAAI memang sudah tergolong dewasa. Bahkan setengah becanda pernah pula diungkapkan, “IAAI sudah pantas menjadi cagar budaya, karena sudah berusia 50 tahun dan bernilai penting bagi masyarakat.”

Bagi kami, usia ke-50 IAAI ini memang perlu diperingati. Ada beberapa rencana yang sedang dimatangkan, di antaranya penerbitan buku sejarah IAAI Komda Jabodetabek – yang awalnya bernama Komda Jakarta-Jawa Barat – selama 50 tahun ini. Juga direncanakan sejumlah kegiatan lain, termasuk seminar dan sejenisnya. Ada juga yang berharap agar seminar tersebut dapat sekaligus menjadi Diskusi Ilmiah Arkeologi (DIA), program rutin yang sedapat mungkin dilaksanakan di setiap kepengurusan IAAI Komda. Di samping tentu saja, kegiatan-kegiatan berupa workshop (lokakarya) dan kunjungan lapangan ke situs arkeologi yang juga menjadi rencana kami.

Untuk itu semua, saya mengajak seluruh anggota IAAI Komda Jabodetabek agar bersedia mendukung serta ikut serta mewujudkan berbagai rencana tadi. Selamat Tahun Baru 2026, tetap bersemangat untuk memajukan arkeologi Indonesia, yang pada gilirannya tentu saja untuk kemajuan dan kejayaan bangsa dan negara yang kita cintai bersama.

 

Berthold Sinaulan

Ketua IAAI Komda Jabodetabek

TAGS: ##kataketua #iaai #komdajabodetabek #arkeologi #museum #kementeriankebudayaan #cagarbudaya #keramik #interpretasi #bedahbuku #haripurbakala 112