Kata Ketua
88 Pembaca

Tua dan Muda Menilik Tarumanagara

Berthold DH Sinaulan
Jabodetabek
04 August 2026

Pada peringatan Hari Purbakala ke-113 yang diselenggarakan oleh IAAI Komda Jabodetabek pada 17 Juni 2026, telah digelar acara seminar “Menilik Tarumanagara”. Dihadiri oleh puluhan arkeolog dan peminat kebudayaan, acara yang menampilkan narasumber Chaidir Ashari, seorang arkeolog dan akademisi dari Universitas Indonesia, serta Retno Raswaty, Kepala Badan Pelestarian Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, dan bertindak sebagai moderator adalah Desse Yussubrasta, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, berlangsung sukses.

Di akhir acara itu, sempat dikemukakan pula rencana untuk mengadakan aktivitas lanjutan berupa  kunjungan situs ke lokasi sejumlah prasasti dari Kerajaan Tarumanagara yang terletak di Kabupaten Bogor. Kunjungan ke empat prasasti dari Kerajaan Tarumanagara ini dianggap penting sebagai bagian dari seminar yang diadakan sebelumnya. Setelah mendengarkan pemaparan secara teoritis, kini saatnya melihat sendiri secara langsung prasasti-prasasti dari masa Kerajaan Tarumanagara tersebut.

Sempat ada keraguan, bahkan sikap pesimistis apakah kunjungan situs itu akan dapat terlaksana? Kalau pun terlaksana apakah ada yang berminat ikut? Memang, mengingat acara ini dilaksanakan secara mandiri, maka kami mengutip biaya keikutsertaan. Itu pun sangat masuk akal, karena setelah dihitung, ternyata kami masih harus mengeluarkan uang kas untuk menutupi kekurangannya.

Sampai seminggu sebelum acara, keraguan masih tampak. Namun, akhirnya kunjungan situs itu terlaksana juga pada 22 Juli 2026. Pesertanya pun cukup memadai, sesuai dengan harapan sebelumnya, yaitu minimal 25 orang. Nyatanya, peserta yang hadir mencapai 31 orang. Tidak termasuk 3 orang yang mengundurkan diri, karena sejumlah kendala pribadi. Selain anggota IAAI, hadir pula peserta dari non-IAAI. Ada orangtua yang hadir bersama anaknya, ada lansia, dan tak sedikit pula kalangan muda usia. Peserta tertua adalah Ibu Tity Domo berusia 79 tahun, sedangkan peserta termuda adik Indhira yang berusia 9 tahun dan masih duduk di kelas 3 Sekolah Dasar.

Bertemu di Halte Stasiun Bogor 2 yang terletak di Seberang jalan dari Stasiun KA Bogor, kami akhirnya menggunakan tiga mobil angkot (angkutan kota) yang disewa secara khusus, menuju ke lokasi situs prasasti yang dikenal dengan nama prasasti Kebon Kopi. Dari sana, kami berjalan kaki – beberapa yang tidak kuat menggunakan angkot – menuju ke lokasi tiga prasasti lainnya.

Apa hasilnya? Sukses! Kegiatan yang sempat diragukan ternyata berjalan sukses tanpa kendala yang berarti. Ini bukan kata kami, tetapi kesaksian para peserta yang dituangkan dalam komentar-komentar mereka di WhatsApp Group yang dibuat khusus untuk para peserta Kunjungan Situs Tarumanagara tersebut. Ini beberapa komentar dari peserta:

“Tks utk panitia penyelenggara yang sudah memberikan pelayanan yang bagus dan informatif.”

“Terima kasih teman-teman panitia ...Alhamdulillah berjalan lancar...' nyusuri jejak Tarumanagara melalui tinggalannya. Kaki berasa pegal, tp hati senang, jumpa teman lama dan baru.”

“Senang jalan bersama panitia yang ramah dan bersahabat, pengetahuan bertambah, teman bertambah juga.”

Bahkan konsumsi pun dikomentari dengan jempol, “Makanannya uenaak tenan.”

Kini, yang akan dilanjutkan adalah menyusun tulisan-tulisan dari peserta, sehingga mudah-mudahan dapat dibukukan. Bersama dengan paparan narasumber dari seminar “Menilik Tarumanagara”, kami berharap tulisan-tulisan itu dapat menjadi bahan dokumentasi yang berguna untuk lebih memperkenalkan tinggalan arkeologis yang ada di sekeliling kita.

Ke depan, IAAI Komda Jabodetabek akan mengadakan kegiatan sejenis ke sejumlah situs lainnya. Tentu saja yang tak dilupakan adalah menyusun buku 50 Tahun IAAI dan melaksanakan berbagai kegiatan memperingati 50 Tahun atau Tahun Emas IAAI.

Berthold DH Sinaulan

Ketua IAAI Komda Jabodetabek
 

TAGS: #arkeologi #iaai #jabodetabek #50tahun #kataketua